Anak-anak muda di negeri ini perlu banyak mendapat inspirasi dari orang-orang yang sukses. Saya mensinyalir keterpurukan bangsa ini disebabkan pemuda-pemudinya tak pernah terinspirasi untuk meraih kesuksesan. Bahkan anak-anak muda di negeri ini rata-rata ini tak punya cita-cita yang ingin diraih. Bila generasi muda sudah tanpa cita-cita dalam hidupnya, tentu akan berpengaruh pada tekad dan kerja kerasnya. Karena dengan cita-cita itu lah orang punya tujuan hidup. Tujuan yang akan diraihnya dengan sekuat tenaga.
Kebanyakan anak-anak muda di negeri ini, terlebih yang tinggal di pedesaan atau daerah-daerah yang masih terbelakang, sedikit sekali mendapat inspirasi dari orang atau tokoh-tokoh sukses. Kebanyakan anak-anak muda disana masih sebatas terinspirasi pada tokoh-tokoh sukses dibidang informal. Misalkan keberhasilan menjadi pedagang dan saudagar sukses yang ada disekitar lingkungan mereka tinggal. Saudagar-saudagar itu pada umumnya berhasil karena kegigihannya dalam menjalankan bisnisnya, tetapi sama sekali bukan karena keberhasilan mereka menimba ilmu di sekolahan formal. Bahkan kadang para saudagar-saudagar itu tak segan menginspirasi anak-anak muda di sekelilingnya untuk tak perlu bersekolah. Sebab seperti mereka pun tak pernah mengenyam pendidikan sekolah, tapi mereka mampu sukses di kehidupan ini menurut versi mereka.
Mungkin saja hal seperti ini lah yang menjadi sebab kurangnya motivasi dan semangat belajar di kalangan remaja kita. Mereka lebih terobsesi dengan keberhasilan versi saudagar sukses tadi. Bagi mereka inspirasi seperti itu lebih nyata dan masuk akal bagi mereka, ketimbang harus bersusah payah bersekolah hingga tinggi tapi kebanyakannya hanya akan berakhir menjadi penganguran. Mungkin juga karena masih sedikit atau bahkan tak ada seorangpun yang menjadi tokoh atau sukses melalui jalur pendidikan formal yang pernah mereka saksikan berasal dari lingkungan mereka. Bersekolah tinggi, jika beruntung hanya menjadi Pegawai Negeri. Jika pun ada yang bisa punya kedudukan atau jabatan di lingkungan pemerinahan daerah, itu lebih disebabkan karena faktor keberuntungan dan kekerabatan. Seperti yang memang lazim terjadi di daerah.
Memang, tak ada ukuran yang pasti untuk mengatakan seseorang telah sukses atau belum dalam kehidupannya. Dalam kehidupan di masyarakat pedesaan, seseorang dianggap telah sukses apabila telah memiliki pekerjaan tetap dan mampu menafkahi kehidupan keluarganya secara baik. Seperti pada umumnya anak-anak muda di daerah, menjadi PNS, anggota TNI atau Polri, adalah cita-cita tertinggi. Menjadi tujuan akhir bersekolah dan puncak dari kesuksesan. Anak-anak itu bersekolah hanya demi mendapatkan sertifikat kelulusan, bukan untuk mengejar ilmu pengetahuan. Tak heran jika mereka tak benar-benar memaknai lembaga pendidikan itu secara benar. Sebuah lembaga yang membuka kesempatan untuk merubah pemikiran dan kehidupan mereka kearah yang jauh lebih baik. Apalagi ditambah dengan rendahnya kualitas dan bobroknya system pendidikan di negeri ini. Cukup dengan iming-iming uang pelicin, sertifikat pasti didapat.
Padahal diluar
Lagi-lagi, keyakinan akan keberhasilan inilah yang harus terus menerus disuntikkan kepada kalangan muda negeri ini. Mereka seakan-akan tak percaya dengan kisah orang “kecil” bisa menjadi “besar” jika tak melihat dan mengikuti perjalan orang sukses itu dengan mata kepalanya sendiri. Namun jika pun mereka bisa melihat kegigihan dan kerja keras seseorang untuk berhasil, kebanyakan mereka juga akan menyandarkan keberhasilan itu akibat faktor keberuntungan. Untuk itu berikanlah anak-anak muda ini cerita-cerita yang menginspirasi. Cara termudah untuk itu adalah dengan mengajak mereka banyak membaca buku-buku tentang tokoh-tokoh sukses. Cerita-cerita dari orang-orang sederhana terdahulu yang telah mengguncang dunia. Begitu banyak orang-orang “kecil” yang berubah menjadi “raksasa” dengan keyakinan, kegigihan dan tekadnya meraih cita-cita. Semoga saja dengan begitu mereka juga akan terinspirasi…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar